Adang S.
Dalam dunia kepengarangan Sunda, Adang bolehlah dibilang termasuk langka. Apa pasal? Karena ia tentara. Adang sudah mulai produktif mengarang semenjak berpangkat prajurit. Kegiatannya itu tak putus-putus ditekuninya hingga memasuki masa pensiun. Jadi, tak perlu heran bila karyanya banyak tersebar pada berbagai media, baik yang berbahasa Sunda maupun Indonesia. Hingga saat ini ia sudah menghasilkan 24 judul buku.
Apa yang ia tulis kebanyakan diangkat dari pengalamannya di dunia militer. Dan memang, sebagai seorang prajurit, Adang punya pengalaman cukup luas. Ia pernah dikirim ke Kongo, sebagai anggota pasukan Garuda II yang bertugas untuk melaksanakan misi PBB. Sedangkan di dalam wilayah Indonesia, Adang pernah dikirim ke berbagai daerah untuk menumpas pemberontakan. Yang mula-mula tentu saja di Jawa Barat, saat masih bercokolnya gerombolan DI/TII. Kemudian ke Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara (1964-1965, menumpas pemberontakan Kahar Muzakar), Kalimantan Barat (1968, saat sedang ramai-ramainya gerombolan PGRS), dan Timor Timur (1975, untuk menggempur Fretilin).
Pengalaman dalam setiap pertempuran itulah yang mengilhami Adang untuk menulis cerita; umumnya diungkapkan dalam bentuk carita pondok atau carpon (cerita pendek), sebagian lagi ditulis menjadi novel. “Loncéng Garéja Bercolli” ditulisnya berdasarkan pengalaman saat ia bertugas di Timor Timur, yang kemudian berhasil mendapat hadiah pada sayembara mengarang cerpen yang diselenggarakan oleh majalah Manglé.
Kegiatan Adang pada dunia sastera Sunda tidak hanya sebatas menjadi pengarang, melainkan ikut pula dalam pengelolaan majalah atau surat kabar sebagai tenaga redaksi. Adang pernah menjadi redaktur Manglé dan Gondéwa, serta surat kabar mingguan Galura.
Setelah pensiun dari ketentaraan, Adang mengasuh Caraka Sundanologi yang programnya mendidik calon pengarang Sunda. Selain itu, kelompok asuhannya sering mengisi siaran kesenian di TVRI, baik sisindiran maupun drama dan sinetron. Untuk keperluan tersebut, Adang sendiri yang menulis naskah serta menyutradarainya.
Sumber: Apa dan Siapa Orang Sunda
Komentar
Ngintunkeun Komentar