Geliat Naskah Drama Sunda
Sutradara teater R Dadi P Danusubrata dari Teater Sunda Kiwari atau TSK kerap kali mengeluhkan minimnya naskah drama berbahasa Sunda. Karena itu, demi kebutuhan pergelaran mandiri, Dadi bersama TSK-nya harus bergumul dengan naskah-naskah lama yang telah berkali-kali dipentaskan. Naskah-naskah itu berkutat pada naskah karya RH Hidayat Suryalaga, Wahyu Wibisana, dan Yosep Iskandar.
Penguatan Sastra Sunda di Daerah
Tahun 2000-an, penyair Taufik Ismail bersama majalah sastra Horison pernah menggelar Sastrawan Bicara Siswa Bertanya atau SBSB di sejumlah sekolah dan kampus di Indonesia. Aktivitas itu pernah juga dilakukan para sastrawan Sunda tahun 1970-1980-an.
Pada periode yang juga sangat subur dengan kehidupan kreatif bersastra itu, sejumlah sastrawan Sunda menggelar apresiasi sastra untuk pelajar di berapa kota […]
Kampanye Bahasa & Sastra Sunda di Garut
BAHASA dan sastra Sunda ternyata perlu dikampanyekan terus. Termasuk di Garut, sebuah kota Tatar Priangan. Bahasa Sunda Priangan yang dijadikan bahasa lulugu (baku), dan digunakan secara luas oleh orang Sunda, serta dijadikan bahan ajar di sekolah-sekolah. Selain bahasa Sunda lulugu, juga terdapat bahasa Sunda wewengkon (dialek setempat), seperti bahasa Sunda Banten, Cirebon, Bogor, dan daerah-daerah perbatasan dengan wilayah lain yang juga punya bahasa daerah tersendiri. Mengapa Garut sebagai kawasan bahasa Sunda lulugu harus menjadi ajang “kampanye” bahasa Sunda?
Béjér Pangajén Saémbara Ngarang Novélét Barudak
Bubuka
HENTEU réa pangarang nu sok nulis carita barudak téh, komo dina sastra Sunda mah. Tina sakitu ratus pangarang Sunda, sigana ukur sababaraha urang nu museurkeun paniténna kana carita barudak téh. Atuh buku-buku bacaeun barudak, dina basa Sunda mah, bisa jadi saeutik pisan. Kawas taun ieu, Hadiah “Samsudi” ti Yayasan Kebudayaan Rancagé—husus keur buku […]
Mengutak-atik Sastra Sunda
Selalu ada alasan untuk mencintai sastra, termasuk di dalamnya sastra Sunda. Ketika banyak aspek budaya Sunda perlahan luntur tergerus perkembangan zaman, karya sastra menjadi dokumen sejarah yang lebih menyentuh ketika dibaca.
Musikalisasi Puisi Sunda
Puisi dalam sastra Sunda meliputi puisi lama, seperti mantra dan aneka macamnya, sisindiran, wawacan, pantun, syair, serta dangding; dan puisi baru (modern), yang dalam hal ini diwakili sajak. Dalam tulisan ini musikalisasi puisi kita maknai sebagai membuat lagu dari sajak.
Ngawanohkeun Aksara Sunda ku Seni Rupa
RÉA carana keur ngawanohkeun deui aksara Sunda ka balaréa téh. Di antarana ngaliwatan karya seni rupa, saperti dina Paméran Lukisan Aksara Sunda di Gedong Yayasan Pusat Kabudayaan (YPK) Jl. Naripan No. 7-9 Bandung, 27 Séptémber tepi ka 3 Oktober 2007.
“Lembur” dalam Sastra Sunda
TERM lembur pada judul di atas bukan dalam pengertian pekerjaan. Melainkan istilah sosio-geografis dan geo-kultural yang digunakan masyarakat Sunda untuk menyebut tempat tinggal sekelompok warga. Tulisan ini – entah apa genrenya – hadir dipicu rasa heran dan ingin tahu saya atas karya sastra Sunda yang kerap menyertakan setting cerita di lembur.
Penguatan Sastra Sunda di Daerah
Tahun 2000-an, penyair Taufik Ismail bersama majalah sastra Horison pernah menggelar Sastrawan Bicara Siswa Bertanya atau SBSB di sejumlah sekolah dan kampus di Indonesia. Aktivitas itu pernah juga dilakukan para sastrawan Sunda tahun 1970-1980-an.
Bahasa Ibu Landasan Inti Budaya Jepang
NAMANYA Otsuka Hiroko. Penampilan dan cara bertuturnya, khas perempuan Jepang. Apik dan sangat teratur. Itu terbukti dari cara dia membuat janji wawancara dengan “PR”. semua SMS yang dikirimnya menggunakan susunan kosakata bahasa Indonesia yang baik dan benar. Begitu pula saat ia bertutur. Kita yang mendengarkannya, seperti sedang membaca sebuah buku.