Panyajak Sunda
UNTUK pertamakalinya memasuki bulan April 2007, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Barat bekerja sama dengan Panglawungan Pangarang Sastra Sunda (PP-SS) menggelar acara Lawung Panyajak Sunda di GK Rumentang Siang, Jln. Baranang Siang No. 1 Bandung, yang berlangsung Senin (9/4/2007) lalu.
Penutur Bahasa Sunda Tinggal 30 Persen
BANDUNG, (PR).-Penutur bahasa Sunda di Kota Bandung hanya tersisa 30%. Itu pun terbatas pada kalangan pelajar yang sedang mengikuti kegiatan belajar-mengajar bahasa Sunda di sekolah. Diperkirakan pada tahun 2010 tidak ada lagi urang Bandung yang menggunakan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari.
Gugun Gunadi dari Fakultas Sastra Unpad mengatakan hal tersebut, Selasa (13/2), di GK […]
Langka, Buku Sunda Untuk Anak
Menurut Etti RS, Ketua Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda (PPSS), meskipun jumlah penulis buku berbahasa Sunda masih banyak, penulis buku berbahasa Sunda untuk anak-anak semakin langka. Padahal, sebelum tahun 1970, masih banyak buku berbahasa Sunda bagi anak-anak. Akibatnya, lanjut Etti, produksi buku anak berbahasa Sunda sangat terbatas. Langkanya buku berbahasa Sunda bagi anak-anak juga membuat anak-anak […]
Bahasa Sunda Punya Daya Magis
Acara yang dibuka Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat Drs. H.I. Budhyana, M.Si., mewakili Gubernur Jawa Barat yang berhalangan hadir itu, antara lain dihadiri oleh Rektor Unpad Prof. Dr. H.A. Himendra Wargahadibrata, Direktur Utama PT Pikiran Rakyat Bandung/Pemimpin Umum Pikiran Rakyat H. Syafik Umar, budayawan Memet H. Hamdan, penyair Taufik Faturohman, Kang Jamal, Ny. Hj. Popong Otje Djundjunan, Iwan Abdulrachman, serta Karna Yudibrata.
Buku Ajar, Antara Kualitas dan Rabat
KITA masih ingat dengan buku “Pinter Basa Sunda” (PBS) yang bikin heboh itu (”PR” 24 Agustus 2006). Isi dan kualitas buku pelajaran untuk murid SD kelas 1-6 itu cenderung membodohi dan menyesatkan karena kesalahan-kesalahan yang ada di hampir setiap halaman.
Menikmati “Senja di Pangandaran” Milik Yus Rusamsi
Dalam mengangkat alam pedesaan, Yus yang juga dikenal sebagai pengarang Sunda ini, tidak hanya menampilkan objek pantai dan laut, tetapi juga menampilkan objek seorang anak kecil yang tengah meniup suling di atas punggung kerbau dengan latar belakang padang rumput dan sebuah pohon yang rindang. Selain itu, Yus juga menampilkan objek seorang anak kecil yang sedang menyandang dua batang bambu yang berisi cairan lahang.
Milangkala PPSS Diramaikan Surat Cinta
Acara syukuran Milangkala PPSS ke-40 yang dirayakan dengan acara kesenian seperti pembacaan puisi, tembang, baca cerpen, dan potong tumpeng itu antara lain dihadiri Prof. Yoseph Iskandar, Dana Setia, Euis Komariah, Aam Amilia, Eddy D. Iskandar, Abdullah Mustappa, Neng Dinar, dan Godi Suwarna.
Belum Optimal, Upaya Pelestarian Bahasa Daerah
Setiap 10 hari ada satu bahasa daerah di dunia “hilang” karena tidak dipergunakan oleh masyarakatnya. Kondisi bahasa Sunda pun tidak jauh bedanya, dengan bahasa daerah lainnya hidup enggan mati pun tak mau.
Religius Islam Dalam Sastra Sunda
MANTAN Rektor IAIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Rachmat Djatnika berbicara bahwa, sebelum agama Islam datang ke tatar Sunda, orang Sunda telah memiliki budaya, yang menjadi adat-istiadatnya. Gambaran ajaran dan budaya Sunda itu dapat dilihat dari pepatah-petitih, nasihat-nasihat, yang biasa didendangkan oleh anak-anak atau para remaja, yang merupakan hasil gubahan para bujangga Sunda.
Ajip Rosidi Umumkan Peraih Hadiah Rancage
Ketua Dewan Pembina Yayasan Kebudayaan “Rancage”, Ajip Rosidi, mengumumkan para penerima Hadiah Sastra “Rancage” 2005 di Gedung Kesenian Sunan Ambu Sekolah Tinggi Seni Indonesia, Jalan Buah Batu Bandung, Senin (31/1). Acara tersebut dilangsungkan di sela-sela peringatan ulang tahun sastrawan kelahiran Jatiwangi Majalengka itu, 67 tahun silam.