Musikalisasi Puisi Memberikan Angin Segar

Bet gumeter ramo-ramo hate kuring
Ngagupay-gupay salira
Geus lawas teuing ku lawas
Madu anggang ti amisna
Nya ieu kuring maduna
Bet piraku ilang sari salawasna

ENAM larik puisi di atas dipetik dari puisi “Tresnaning Tresna” karya penyair Godi Suwarna. Puisi cinta tersebut digubah jadi lagu oleh Dian Hendrayana yang aransemennya digarap oleh Adi Pribadi dalam wanda lagu pop Sunda, dan dilantunkan penyanyi Rika Rafika, dalam acara peluncuran CD musikalisasi sajak Sunda yang diberi judul “Lalaki Langit” di GK Rumentang Siang, Jln. Baranang Siang No. 1 Bandung, Jumat (30/5) malam.
Selain Rika Rafika, penyanyi yang juga dikenal sebagai penembang Sunda ini, tampil penyanyi Ani Sukmawati, Iin Mulyani, dan Dian Hendrayana. Dalam acara tersebut, digelar pula pembacaan puisi dari penyair Godi Suwarna, Euis Balebat, dan Ayi Kurnia yang diiringi petikan musik alternatif garapan Dodong Kodir.

Menurut penyair dan Ketua Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda (PP-SS), Etty R.S., diluncurkannya CD musikalisasi puisi “Lalaki Langit” yang digarap oleh PP-SS bekerja sama dengan Bandung Art Culture Council (BACC), merupakan sebuah upaya menumbuhkembangkan daya apresiasi masyarakat Sunda terhadap puisi Sunda yang digubah jadi lagu. Proses kreasi tersebut memakan waktu selama empat tahun dan menghabiskan dana Rp 50 juta.

“Album ini digarap secara profesional. Dengan adanya album ini, PP-SS ingin memberikan sebuah jendela yang lain bagi perkembangan dan pertumbuhan lagu Sunda yang liriknya bisa diisi dengan lirik-lirik puisi yang ditulis oleh para penyair kenamaan,” ujar Etty R.S.
Selain puisi Godi Suwarna yang dibuat lagu oleh Dian Hendrayana, puisi karya penyair Kis W.S., Abdullah Mustappa, Juniarso Ridwan, Eddy D. Iskandar, Etty R.S., Rahmat M. Sas Karana, Hadi A.K.S., Wahyu Wibisana, Taufik Faturohman, dan Sayudi juga dibuat lagu.
**

SEJUMLAH lagu (musikalisasi sajak) para penyair yang dikreasi oleh Dian Hendrayana itu memang enak didengar. Berkaitan dengan itu, tak aneh bila suara merdu Rika Rafika, Ani Sukmawati, dan Iin Mulyani benar-benar terasa pas dengan karakter lagu yang dibawakannya. Namun demikian, apa yang digarap oleh Dian Hendrayana tersebut bila dilihat dari kacamata musikalisasi sajak (puisi) sebagaimana dikatakan Uu Rukmana dalam kesempatan tersebut, terasa kurang “pas” dalam wanda lagu pop Sunda yang alat-alat musiknya milik Barat, seperti gitar dan organ.

“Saya yakin musikalisasi sajak ini akan terasa menjadi lain bila alat-alat musik yang dipakai oleh Dian dan kawan-kawannya bersumber pada alat-alat musik tradisional Sunda. Namun, lepas dari itu, apa yang dikreasi oleh Dian dan kawan-kawannya cukup memberikan angin segar bagi penyebaran apresiasi puisi lewat lagu,” ungkap Uu Rukmana, yang juga dikenal sebagai budayawan Sunda.

Apa yang dikreasi Dian pada satu sisi bisa menjadi warna yang lain bagi perkembangan dan pertumbuhan lagu pop Sunda dewasa ini.
“Bisa dikatakan sebagai upaya lain dari nonoman Sunda dalam memberdayakan dirinya di dunia ekonomi kreatif. Tidak mustahil apa yang dikreasi Dian akan meledak jadi lagu top hits. Nah, bila top hits, otomatis nilai ekonomi akan mengikutinya,” ujar Kadisbudpar Jabar, Drs. H.I. Budhyana, M.Si. yang hadir dalam acara tersebut.. (Soni Farid Maulana/”PR”)***

Sumber:  http://beta.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=beritadetail&id=24541

Komentar

Ngintunkeun Komentar